Reformed yang selam ! Ngapain Lagi ?

 

dont hate me because Im Reformed baptist

Inisiasi Reformed sebagai penjelasan identitas adalah, laku keimanan yang memperbaharui kondisi diabad 16, sebuah masa dibelahan bumi sana; tepatnya di eropa, dimana agama yang mendominasi, yakni agama gereja yang dirasa dan dilihat ‘terlalu belok’ dan oleh para penginisiasi Reformasi–kerap disebut para “Reformator”,  diyakini perlu ada pembaharuan untuk sesuai dengan azas dari identitas dan kembali “lurus”.

Pembaharuan terkait dominasinya itu, semakin berkembang. Dan dalam prinsip “Sola Scriptura”, sebagai bagian dari sola-sola yang lain, kita mengenal dan mengetahuinya dengan 5 Sola. Adalah padanan dengan Alkitab.

Laku ‘agamanya’ terkait dengan sangat mendasar yakni salah satunya dari pangkal yang menunjukan tentang makna itu secara harafiah. Dasar dari tulisan ini mencoba menghadirkan dengan menguatkan sebuah identitas yang mendasar ketika tetap persoalan itu dianggap sebagai kebutuhan pokok, apa yang bisa disebut sebagai kebutuhan pokok dari masalah terkait dengan identitas ? Hal yang rasanya tidak aneh, ketika sekarang mencuat, yaah eksistensi akan identitas tersebut, tetap eksis yang penting dari siapa yang eksis tersebut. Sesuatu yang beroleh penyederhanaan memang, tetapi lazim ketika media sosial berkembang dan dianggap bukti dari eksistensi tersebut. Untuk bentuk keagamaan yang paling ekslusif pun tetap merasa perlu hadir dengan tampilan media sosial. Saksi Yehuwa yang suka menyimpangkan akhir jaman dan modofikasi dari Arianisme jadul yang anti Trinitarian pun eksis di facebook !

Tidakkah itu kemunculan disaat itu saja ?

Ini yang kerap jadi pertanyaan, pasalnya pembaharuan tindakan konversi keimanan (baca:pertobatan) dalam laku agamanya seturut dengan makna penyelaman diri yang harafiah, sesuatu yang dilakukan dan diniatkan sebagai baptisan selam (baptizein, baptis; tercelup) yang selalu bisa diperdebatkan dan kerap terpancing untuk itu.

Sebuah tindakan dalam iman percaya pribadi yang memang berakar, sementara  dalam pada itu, apa yang disebut sebagai tindakan radikal dalam gerakan Reformed atau pembaharuan tersebut. Adalah gerakan harafiah dari tindakan pembaptisan tersebut, sebagai tindakan konversi keimanan (baca:pertobatan). Karenanya sebagai sebuah tindakan radikal untuk tidak kompromi dengan ajaran lama.

Jadi Reformed selam semacam ingin kembali kepada ortodoksi ajaran yang bisa diketakan demikian ketika identitas menjadi penting, apa  yang dipahami sebagai identitas kewilayahan ketika periode setelah Reformasi, dimana setelah Martin Luther adalah Yohanes Kalvin, secuil gambaran dari beberapa tokoh terkemuka saja, dengan pelafalan yang jauh lebih pas dibanding lazim “John Calvin”  dalam rumusan keyakinan perihal Allah yang pribadi dalam pokoknya sebagai kemahakuasaan yang berdaulat. Hal mana terkait dengan pokok ajaran “predestinasi” penegasan ini memang yang lebih ketara oleh Yohanes Kalvin. Jadi sebatas cuma ini ? Ketika tendensinya hanya pada penegasan identitas dari ‘ritual’ keimanan penyertaan dengan secara harafiah wiliam carey baptismbaptisanpercaya ? Hal yang terkesan ingin me-mixkan 2 pokok prinsip ajaran. Sebagaimana diketahui seakan menjadi riwayat historis adalah identitas yang telah menjadi wilayah berkuasa dari saat itu, Reformed Geneva Kalvin dan beberapa wilayah lain, hal yang juga menyebabkan terjadinya pergolakan dan beberapa peperangan dalam kurun waktu itu.

Maka kemunculan pemberontakan kaum petani dalam kurun waktu setelah Luther yang justru tidak berbagian pandangan dengan Yohanes kalvin yang membakukan akan pokok ajaran tentang Reformasi dalam “institutio”, menjadi menarik akan Reformasi yang tidak utuh terkait dengan sisa warisan dari pemercikan bayi-bayi. akan tetapi jelas tidak dari sini itu dimulai, azas dari Reformed yang secara harafiah justru menjdi keniscayaan pada Reformasi kaum puritan Inggris raya terkait dominasi dalam wilayah publik karena pemberlakukan hukum agama.

Hal real yang telah dahulu dimunculkan terkait identitas dalam iman percaya ini karenanya dengan semangat akan pokok iman percaya yang pribadi dan tetap meyakini akan prisnip kedaulatan Allah menjadi pokok dalam persekutuan orang percaya. Landasan yang penting sebagai ‘separatis’, hal mana terpisah dari otoritas sipil baik juga otoritas kerajaan.

Jadi apa yang dilakukan oleh Reformed selam ketika memunculkan ini ? semakin membuat akan identitas menjadi urusan yang sangat kokoh dalam pertobatan pribadi untuk membangun jemaat bersama,  hal yang memang harafiah dari prinsip akan pemeliharaan Tuhan bagi umat pilihan dengan tanda penyataan diri akan baptisan percaya.

Hanya pada agenda ortodoksi ajaran atau adakah  yang lain ? 

Jadi apakah Reformed yang tidak selam kurang ortodoks ? menjadi tidak tegas akan pokok ajaran ? Disnilah menjadi kebergantungan pada pemeliharaan Tuhan oleh karena firmanNya, sebuah kebergantungan dan ketaatan untuk kita menjalankan. Disinilah menjadi menarik ketika menjalankan ajaran menjadi wakil Tuhan “terang dan garam” bagi realita sekitar. Sesuatu yang kembali berbagian dengan tugas seluruh orang percaya sebagai gereja yang kelihatan didunia ini–kutipan khas dari doktrin Kalvin tentang gereja.

Tidakkah prinsip kalvin untuk menegaskan akan pemercikan bayi sejalan sebagai kegenapan dari penggantian sunat ? pokok-pokok ini akan tetap bergulir dan kita bisa mendapati dengan lengkap dilaman ini http://www.reformedreader.org/history/list.htm. Sesuatu yang tetap beroleh penentangan dengan identitas dari Reformed Selam ini, yang selalu saja terkait dengan keabsahan sejarah dan penamaan beroleh respon balik. Reformed kok Baptis ? Hal yang sejalan dan kembali ke konteks saat itu ketika kalvin kurang tuntas.

Tentunya memang bukan sesuatu yang baru ketika hadir dalam konteks keindonesiaan dan iman kristen dianggap hal yang luar dan bisa berhadapan dengan aqidah ajaran dalam rumusan yang bisa bertentangan. Sekedar menegaskan akan iman sebagai penyertaan pribadi ? Dan tentu pemulihan untuk percaya akan iman kepada sang Kalam, Kristus ! Sesuatu yang merasa memulihkan dengan ortodoksi ajaran itu memang harus berhadapan dengan kondisi yang ada.

 

Jann’sektarian’__nehh

cat. sayangnya memang banyak situs dan laman yang tertulis dalam bahasa Inggris, sangat jarang dan agak sulit untuk dikatakan tidak ada yang berbahasa Indonesia. Beberapa ide, pemikiran (baca:teologia) dan identitas pelayanan yang terkait Teologia Perjanjian (Covenant Theologia). https://en.wikipedia.org/wiki/Covenant_theology

Entah penting atau tidak dan masih menyoal tentang identitas tersebut, menarik, sayang dalam bahasa inggris http://themelios.thegospelcoalition.org/article/the-abrahamic-covenant-in-reformed-baptist-perspective

 

 

 

 

 

Advertisements