948192_10264907062015_ruangpublik160911-1

Secuil ruang publik yang sedikit maksa. 

Ruang publik (public space) meminjam pengistilahan dengan penjelasan Wikipedia ini adalah ruang sosial yang terbuka dan terakses untuk orang. Karenanya juga menjadi bahasa yang umum dan meluas, dengan lebih lagi Wikipedia ini menjelaskan bahwa ruang publik bukanlah tempat kumpul  (gathering place).

Maka apa yang ‘diatur’ wikipedia dengan bahasan yang cukup luas tersebut  menjelaskan definisi-definisi yang lain. Setidaknya ketika sadar kita ada dan perlu bukan semata dari individu-individu.Maka ruang terbuka yang tanggung tersebut, mengingat tidak ada ukuran yang pasti akan ruang yang terbuka dan terakses, menjadi perlu untuk ‘dipaksa’. Yaah bisa lapangan olah raga, yaah bisa sekedar kumpul melingkar. Unsur pemaksaan inilah yang bisa menjadikan dua hal; baik pemaksaan dengan ‘otoritas’ warga sendiri atau otoritas ‘penguasa’ secara lokal.

Mempertahankan ruang terbuka dan terakses itulah yang dirasa sebagai basa-basi terlebih jika dianggap sebagai dan sekedar fungsi sosial. Akan tetapi ruang publik sangat berperan dalam identitas yang lain, selain yang utama 1470202983253memang fungsi sosial. Berfungsi apa ? mmmhhh bagaimana jika ruang publik tersebut berfungsi sebagai penunjukan identitas. Terutama untuk identitas olah raga yang memang sekedarnya ini ? Maka inilah yang dirasa perlu. Kekuasaan untuk menghadiran ruang publik tersebut. Sebenarnya tidak terlalu baru dan bisa jadi sesuatu yang latah untuk warga bisa terlibat. Ruang  terbuka, yang selalu ditandai dengan ruang yang juga asri dan outdoor kerap melabelkan sebagai “ruang terbuka hijau”. Sebagai yang lazim akan tetapi niat yang tanpa pamrih ini yang seharusnya juga lazim.

Hal yang privat–sesuatu yang berlawanan dengan publik ketika dikembalikan kepada ruang terbuka tentu menjadi tidak lazim dan membutuhkan kesediaan dari yang berotoritas. Atas nama ruang basa basi ini, kita memberi kerelaan untuk senggang. Akan jauh ketika hal ini berhubungan dengan beberapa bahasan filsafat sekaliber Harbermas dengan teori “public sphere”, hal yang lebih dari sekedar konstruksi bangunan atau fisik. Tapi percayalah ini cuma soal petakan yang secuil dan berharap bisa menjadi ruang publik, ruang bersama yang basa-basi itu.

 

JPS

 

Advertisements