Tentunya memang bukan sesuatu yang baru ketika hadir dalam konteks keindonesiaan dan iman kristen dianggap hal yang luar dan bisa berhadapan dengan aqidah ajaran dalam rumusan yang bisa bertentangan. Sekedar menegaskan akan iman sebagai penyertaan pribadi ? Dan tentu pemulihan untuk percaya akan iman kepada sang Kalam, Kristus ! Sesuatu yang merasa memulihkan dengan ortodoksi ajaran itu memang harus berhadapan dengan kondisi yang ada.

Jann'sektarian'__ nehh Blog

Reformed yang selam ! Ngapain Lagi ?

dont hate me because Im Reformed baptist

Inisiasi Reformed sebagai penjelasan identitas adalah, laku keimanan yang memperbaharui kondisi diabad 16, sebuah masa dibelahan bumi sana; tepatnya di eropa, dimana agama yang mendominasi, yakni agama gereja yang dirasa dan dilihat ‘terlalu belok’ dan oleh para penginisiasi Reformasi–kerap disebut para “Reformator”,  diyakini perlu ada pembaharuan untuk sesuai dengan azas dari identitas dan kembali “lurus”.

Pembaharuan terkait dominasinya itu, semakin berkembang. Dan dalam prinsip “Sola Scriptura”, sebagai bagian dari sola-sola yang lain, kita mengenal dan mengetahuinya dengan 5 Sola. Adalah padanan dengan Alkitab.

Laku ‘agamanya’ terkait dengan sangat mendasar yakni salah satunya dari pangkal yang menunjukan tentang makna itu secara harafiah. Dasar dari tulisan ini mencoba menghadirkan dengan menguatkan sebuah identitas yang mendasar ketika tetap persoalan itu dianggap sebagai kebutuhan pokok, apa yang bisa disebut sebagai kebutuhan pokok dari masalah terkait dengan identitas ? Hal yang rasanya tidak aneh, ketika sekarang mencuat, yaah

View original post 744 more words

Advertisements