islam-love-peace

Beragama memang soal massa, soal jumlah, akhirnya !! Dan sungguhkah pernyataan ini ? Bagaimana meletakannya ? Setidaknya dengan pasti sotoy dalam menelaah itulah yang bisa dilihat. hingga sekarang adalah tetap ketakjuban dari massa demo jumat, 4 november lalu; bergerak dalam dalih keyakinan, maka solidaritas terpupuk karena sadar dalam negara hukum yang berdemokrasi itu atau sebaliknya, singgungan agama yang dengan sangat haruslah beroleh repson yang demokratis juga.

Sulit untuk tidak takjub, kagum sekaligus tercengang. Karena kesadaran dengan dalih agama tersebut telah menuai syakwasangka diawal sebelum aksi itu berlangsung. Akan tetapi justru himpunan massa damai yang sangat berupaya untuk aksi-damai-bela-islammenyampaikan pesan, menuai respon takjub, juga pertarungan media yang menuainya–hingga jikalau mau jujur, mencuatnya kekerasan diakhir adalah noda yang masih bisa dibersihkan jikalau bukan sentimen untuk dibesar-besarkan, tentunya bagi yang tidak punya masa konkret tersebut. Tidak ingin mengulas tentang pokok pribadi yang kadang, yaaaah dirasa sok “playing victim” itu dan menjadi sumber utama demo. Tetap ketakjuban dari menegaskan ide dari identitas yang harus terjaga, yakni identitas berkeyakinan, identitas beragama. Lagi-lagi dan ini harus dipahami betul, beragama memang soal massa !! Omong kosong soal ide kamandirian dan negosiasi pemikiran, yang terlalu elit yang seakan berkontribusi tanpa bisa menunjukan himpunan masa yang bisa dikelolanya; sekedar seleb medsos yang menjamur, dosen atau scholar tanggung yang punya follower banyak, itu jelas bukan kekuatan riel. bentang-bendera-2 Disamping perhitungan riel dalam ritual proes pemilihan, karenanya tetap takjub dengan himpunan masa yang kemaren. Karena nyatanya  sepanjang sejarah himpunan massa yang besar selalu punya motif religius adalah berada dalam list utama pemegang jumlah tertinggi hingga juta-jutaan https://en.wikipedia.org/wiki/List_of_largest_peaceful_gatherings_in_historyMaka inilah ketakjuban terhadap jumlah yang besar itu dan sekali lagi motif religius memegang peranan.

Mau beragama (baca: menegaskan identitas agama) yakin  ngga perlu massa ?? Punya ide yang sangat mumpuni, tetap anda harus mendompleng agama ! Sungguhkah ? Sudah ah, takut kejauhan dan masih saja takjub. Hoagghhh…

Salam menjadi insan beragama untuk kita semua…

Cibinong, 8 nopember 2016

Advertisements