Seakan berada dititik nadir, apa yang diandalkan menjadi bias. karena untuk kalah tidak dibawah 30% saja sudah kebangetan, ini sampai harus menang.

Maka, apa yang bisa dipelajari dari Amerika, menohoknya kita pada kampiun demokrasi ini. Sungguhkah hal ini dan masih belum terobati. berurusan dengan angle keagamaan, maka ketika tak terpisahkan bahwa ide-ide persamaan semakin menjauh ketika ada hal yang diluar dari ide-ide tersebut. Maksudnya ? Agak sukar mempercayai ketika dominansi syiar keyakinan ‘dikuasai’ maka sebenarnya sangat menjauh dari sebuah kelakuan yang sangat menjunjung tinggi tertib pada nilainya persamaan itu. Dominansi dan pobia pada yang lain, hanya menunjukan suatu kekhawatiran itulah yang khas dari wajah terpilihnya presiden ditempat dengan mana syiar dan pelayanan Kristen itu berada ditempat terdepan.

Hal yang sangat sukar, ketika yang seharusnya menang adalah menjauh dari sekadar makna agama atau sektarian, tapi hal itulah yang dipakai dan dipercayai. Karenanya ada baiknya untuk mencirikan, bilamana kepicikan ‘pejantan’ koboy kulit putih itu tersebar, juga untuk itu pada sebuah syiar keyakinan…