Pertarungan agama dakwah tampaknya ? ya dan ini terjadi bukan semata bahwa keyakinan untuk mendakwahkan tersebut terasa menggebu dan tanpa tedeng aling. Kerap kali persinggungan menjadi menebar ketakutan satu dengan yang lain dikalangan masing-masing mereka yang tetap yakin peran sertanya perlu.

Papua telah menjadi target tersebut, telah dicitrakan sebagaimana ketakutannya bahwa yang beralih dari pekerjaan misi zending sedang digerogoti oleh misi kontra. Maka semangat ketakutan ini masihkah layak untuk menjadi dasar?  setidaknya ketika diharapkan peran serta bukan sekedar status quo.

Apa artinya telah menjadi Kristen ketika hal mendasar dalam pengembangan kebudayaan dan sumberdaya manusianya justru terabaikan ? Maka organisasi kemasyarakatan yang berasal muhamadiyah serui 2dari niatan ulama yang maklum dengan mendapat label pop “sang pencerah”—karena telah di filmkan justru memuridkan dengan lembaga pendidikan para peserta ajar dengan tetap pada pangkal keyakinan mereka.

Sebuah smk di serui dan entah dibeberapa tempat di papua lain, sekolah organisasi muhamadiyah justru dibanjiri oleh siswa Kristen, lazimnya nasrani sebagai sapaan yang khas yang jelas sukar dipahami sapaan tersebut olh mereka yang total perikehidupan berbudayanya hanya dalam lingkungan Kristen. Alih-alih mengislamkan, hal yang kerap jadi salah satu atau salah banyak kesekian dari propaganda bahwa papua target islamisasi, smk tersebut justru menyediakan guru Kristen. wow kelaziman propaganda dakwah  yang justru melabelkan menjadi tidak terpenuhi, sehingga, apa yang dipropagandakan ? hal yang memantik semacam kekhawatiran bahwa rasanya identitas dalam keyakinan tersebut bisa berubah.

Rasanya sulit berharap pada para misionaris yang Cuma memindahkan kluster rumahnya dan punya agenda setahun 1 atau 2x atau lebih untuk meninggalkan daerah layanan yang bermalaria untuk sekedar plesir ke beberapa wilayah lain? smk muhamadiyah serui 2Jauh dan tetap lebih baik sang pencerah dari warga lokal yang jauh dari komoditas politik dan sekedar citraan pelayanan yang naïf dan celakanya bisa sinis terhadap apa yang dilakukan pemerintah.

Jadi kangen para misonaris diusir yang tidak meginfakan kemampuan lebihnya kepada warga aseli lokal. Penyediaan mereka pada akses pendidikan, atau semacam mental adaptasi untuk bergelut dengan problem sekitar.  Eh itu jaman orde baru dulu yah ? yaaaah !!!

Salam Indie Ripom

–Jann–

 

 

Advertisements