Pada Siang itu dan “Daya Jelajah Sosial” yang belum didapat rujukannya

Siang itu saya terhenti di pelintasan jalan menurun setelah puncak. Menikmati  yang saya bawa. Dengan motor matic tanggung dan sebuah posisi baru sebagai tantangan, saya berharap sebentuk kesungguhan dari yang ideal , untuk saya yakini dan saya akan mengisinya.

Bandung berkisar 2 jam perjalanan dan saya ingin menikmati jalan transisi ini. Lengkungan jalannya dan ruas  asing yang sudah saya beri penilaian awal, bahwa kemudian akan membuat saya akrab. Tidak ada kesan yang  menjadi pengingat, seumum  perjalanan di awal mei 2008.

Saya mengisi posisi baru eksternal officer dengn sebuah tantangan tanpa penambahan gaji, dengan selalu berpikir mengapa mendapat kecukupan gaji berlebih ?

Momen itu menjadi awal dan saya selalu diingatkan, keprihatinan dan “daya jelajah social” entah term atau istilah apa ini ? yang pasti sangat berbeda dengan usahawan social “social entrepreneurship”  apalagi  “social profit-taker” yang wuihh ngeri !!! Daya jelajah untuk menggiatkan selalu ada keterpurukan, ada nilai publik yang melekat untuk sebuah kepantasan dan resiko yang saya ambil.

Saya tidak yakin “les trehision des clercs” (penghianatan kaum cendekiawan)-nya julien benda menjadi inspirasi yang mujarab.  Seakan nilai publik dari apa yang akan terus saya jalani dan sebuah tanggungan dari misi ideal  ini. Bekerja sebagai bagian dari penggiat lingkungan.

Tapi setelah bekerja dengan nyaris setahun, pun dengan bergelimang beberap pemikiran ideal yang kerap dan cukup bisa mempertahankan saya, sebuah tantangan dengan pencitraan dan lobi dapat menjadi ukuran di posisi baru. Saya menantang posisi eksternal yang mencarikan ‘lapak’ buat bekerja dengan mencurigai bahwa posisi ini terlindungi dengan ketiadaan tantangan.

Bandung, segera menjadi keakraban yang lain. Menyisir jalan-jalannya, memastikan kerja dari agenda mengisi tempat. Juga pertahanan lain dari sekedar menjadi juru loby yang “nyaman” dan terkaver dana manakala persetujuan berbuah pada penyewaan.

Apa yang saya upayakan ? selanjutnya dalam posisi untuk saya menilai, kedepan, apa yang saya lakukan menjadi tidak perlu. Sebuah bunuh diri  konseptual memang !  sebuah periode dimana posisi ini tidaklah lebih hanya menambahkan unsur kepegawaian semata. Tapi bagaimana dengan lembaga yang menaungi ?  bagaimana ide penggiat  yang kerap mencitrakan pembangkangan ? sebuah organ cari gara-gara yang pasti jauhlah dari kerangka konseptual sekaliber joseph stiglizt—stiglizt nobelis ekonomi yg ‘nyentrik’ itu. Hal yang selalu saya kutip manakala memperkenalkan diri:

“Bedanya kami dengan yang lain, kami mengambil posisi untuk kerap kali cari gara-gara”

Saya tidak akan lupa, sebuah awal untuk saya memulai, meniatkan dan berkeyakinan bahwa itu tidaklah ideal. Ada hal yang memaknai, juga perlu sebagai tantangan. Mencicipi sedikit akan geliat aktivisme rasanya kurang.

Kini , apa yang timpang itu masih dan akan tetap ada. Dan saya percaya “daya jelajah sosial”—sebuah istilah yang tetap saya sukar mencari padanannya–masih ada dan diperlukan.

Apa yang saya ingat saat itu tetaplah awal untuk saya meniatkan dan tertantang. Saya tertantang terhadap hal yang timpang, tertantang untuk tetap dibayar “murah”.

Pada siang itu, pada jalan menurun itu. Saya meniatkan lebih dari sekedar kepindahan. Sesuatu yang saya ingatkan akan ketimpangan yang tetap ada juga “daya jelajah sosial” ketika itu lebih dari sekedar bekerja.

Cibinong,  juni   2010.

 

 

Cat.

Sampai saat ini saya tetap merasa tidak harus bertanggung jawab menjelaskan apa itu “daya jelajah social” terkait dengan banyak hal dan pengistilahan yang memang subyektif. Sesuatu yang sekenanya dan tidak perlu dicari kaitan atau rujukan yang lain. Maklum adanya perubahan paradigma juga dalam mendefinisikan hal yang dianggap  ilmiah dalam obyek pergerakan dan wujud “social” tersebut. Tentunya hal ini bisa dipertanggungjawabkan. Pengertian “Daya jelajah untuk menggiatkan selalu ada keterpurukan, ada nilai publik yang melekat untuk sebuah kepantasan dan resiko yang saya ambil” rasanya sudah cukup.

 

 

Advertisements