fiksi-iman-percaya-sebuah-intensiSetelah Dostoevksy dengan eksistensialisme yang bergulat dengan pernyataan pokok iman percaya dalam realismenya atau, pengisahan alegoris John Bunyan yang mengisahkan kembali rencana keselamatan yang tertera di Alkitab, maka pengisahan fiksi membuat kita bertanya apa yang bisa didapat ? Bukankah sudah wajar dengan “kesaksian” ? roman yang sangat umum sebagai bentuk pengisahan fiksi panjang–yang bisa jadi tidak murni ‘rekaan’ telah menjadi identitas ide yang mempertautkan dengan iman percaya. terlepas pengisahan ataupun mempertanyakan yang hadir sebagai kisah, kita mengenal “rubuhnya surau kami” AA navis atau “tenggelamnya kapal van derwick” mubaligh terkemuka Hamka yang juga sangat fasih dalam dogmatika keislaman ahlul sunnah yang “puritan”. maka proyeksi kebudayaan dalam penulisan kreatif yang punya tajuk “keindahan” ataupun melabelkan sebagai “susastra”.

Sebuah realisme ‘rekaan’ menjadi menarik dan tentu menjadi tidak terkesan menggurui, sekalipun bisa dipertanyakan–bagi mereka yang skeptik dengan ┬áiman percaya bahwa tetaplah ada motif ! ada pesan dan mungkin juga pertanyaan yang dituturkan dengan kisah, yang sekali lagi adalah rekaan atau fiksi tersebut.

Rasanya, berargumen paling pintar dengan pembelaan iman apologetika adalah hal paling mudah, lantas dengan intensi yang ada dalam fiksi dan pengisahannya jelas pergumulan baru bagi yang serius dengan pelayanan, mengingat betapa melekat dan majunya proyeksi kebudayaan yang berpengaruh ketika roman-roman Hamka & Navis, juga yang mashyur Pramudya ketika itu semua ada diperpustakaan atau taman bacaan kita sebagai fiksi dalam bentuknya novelet atau tetralogi yang dilabelkan sebagai bacaan yang menjelaskan pergolakan kebudayaan kita.

Sebuah kegelisahan yang lain…

Sila diunduh “penggalan” akan fiksi pendek http://j.peesfiksi.org/share-sebuah-fiksi-baik-saja-tidak-menyelamatkan-nababan/

Juga tersedia order indent & penggalan yang menemai musim hujan http://j.peesfiksi.org/sebuah-fiksi-sekelebat-dan-rintik-hujan-yang-berwarna-oren/

Proyek fiksi ditengah kefasihan doktrin yang tetap oleh karena Anugrah dari Tritunggal suci dikotbahkan…
J.Pees